Menengok Peninggalan Sejarah di Museum Malikussaleh

MalikussalehMuseum Malikussaleh terletak di kota Lhokseumawe. Tujuannya dibangun museum ini adalah untuk menyimpan segala bentuk peninggalan sejarah pada zaman kerajaan maupun penjajahan beberapa abad yang lalu yang masih tersisa. Beberapa peninggalan sejarah tersebut di antaranya, artefak, mata uang, kitab, buku dan hikayat serta masih banyak lagi.

Di tempat wisata sejarah, Anda biasanya akan dipandu oleh pemandu yang tahu betul tentang sejarah apa saja yang terkandung dalam setiap peninggalan sejarah di museum itu. Jadi, sembari Anda melihat-lihat, pemandu akan terus berbicara mengenai objek yang Anda lihat. Anda pun bisa bertanya apa saja dan mereka akan menjawabnya dengan ramah.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Museum Malikussaleh ini berlokasi di Jl. Mayjen Tengku Islamiah, Bandahara, Kabupaten Aceh Utara. Untuk menuju ke lokasi, Anda dapat menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Dengan ongkos Rp5.000-Rp15.000 Anda sudah bisa sampai ke lokasi museum tersebut. Jika Anda ingin naik kendaraan pribadi pun juga bisa. Carteran mobil sudah tersedia di sekitar Lhokseumawe. Harga sewanya sekitar Rp400.000-Rp500.000 untuk sehari atau kurang lebih 12 jam. Biaya tersebut sudah termasuk sopir dan bensin.

KOLEKSI BENDA SEJARAH MUSEUM

Sudah umum jika sebuah museum mengoleksi benda-benda bersejarah, tidak terkecuali dengan Museum Malikussaleh ini. Koleksinya mulai dari benda peninggalan abad VIII. Ada 500 jenis benda tradisional dan artefak sejarah di museum tersebut. Benda tertuanya merupakan mangkok dan piring keramik yang ditemukan di situs purbakala Kerajaan Samudera Pasai. Selain itu ada pula koleksi mata uang dirham, mata uang emas yang gunanya sebagai pembayaran pada masa kerajaan Aceh Darussalam.

KOLEKSI BUKU DAN KITAB

Ada 1.050 buku di dalam museum ini. 50 kitab dan 20 hikayat perang Sabil pun juga terdapat di sini. Kitab berhuruf Arab Jawou ditulis oleh Tengku Chik Di Awe Geutah juga menghiasi museum tersebut. 20 hikayat di dalamnya sebagian besar berisi kisah yang menggugah semangat jihad warga Aceh melawan kolonialisme Belanda.

JALAN-JALAN DAN KULINER

Di sekitar kota Lhokseumawe terdapat rumah makan yang menyajikan berbagai makanan khas Aceh, seperti sate matang, kari kambing dan roti cane, kerang sambal nanas, ikan bakar serta masih banyak lagi. Untuk mencicipi makanan tersebut, Anda bisa mendatangi rumah makan terdekat dan mendapatkan harga yang lumayan murah untuk seporsinya. Harga sekitar Rp10.000-Rp50.000 untuk membeli hidangan tersebut. Ongkos jalan-jalan dengan ojek atau becak motor hanya Rp10.000-Rp25.000,-.

Di Indonesia terdapat banyak wisata sejarah yang patut dikunjungi. Walaupun saat ini, wisata alam mendominasi seluruh objek wisata lainnya, namun tidak akan mengurangi minat para pecinta sejarah untuk terus menggali ilmunya lewat berwisata dan berlibur. Oleh karena itu, dengan koleksi yang lumayan banyak, museum ini pantas dihadirkan buat Anda

Pin It

Comments are closed.