Pemko Lhokseumawe Tetapkan Gampong Adat

walkotLhokseumawe (ANTARA Aceh) – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menetapkan gampong adat, sebagai upaya melestarikan adat istiadat di wilayah itu.

Penetapan desa yang diberi tema “Gampong Meusilinya Adat Yang Berbasis Syariat” disampaikan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya,  dalam konferensi pers yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Lhokseumawe, Selasa.

Hadir pada acara itu, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe T Yustedi, Kadis Dishubparbud Kota Lhokseumawe Ishaq Rizal, unsur Dewan Kesenian Aceh dan para tokoh adat.

Suaidi Yahya mengatakan, penetapan desa adat dimaksud bertujuan melestarikan adat istiadat Aceh yang berbasis sesuai dengan Syariat Islam, yang  dijalankan oleh masyarakat dalam kehidupan kesehariannya.

Dijelaskan, makna dari kata “Meusilinya” adalah keteraturan masyarakat dalam menjalankan berbagai fungsi dan aspek kehidupan adat, baik dari lingkungan pergaulan, seni budaya dan juga aturan-aturan desa yang berasal dari adat istiadat Aceh secara turun temurun.

Wali Kota Lhokseumawe menambahkan, memandang perlu melakukan upaya penetapan desa adat dimaksud, karena melihat dari fenomena pengaruh budaya pada masa sekarang. Banyak hal tentang nilai-nilai kehidupan adat yang mulai ditinggalkan.

“Kita inginkan supaya adat dan budaya tetap hidup dalam masyarakat, sehingga ini merupakan salah satu upaya dalam meestarikan adat budaya Aceh supaya tetap hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai sebuah indeditas terhadap nilai-nilai budaya kita,” ujar Suaidi Yahya.

Suaidi Yahya menyebutkan, untuk tiap kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe ditetapkan satu gampong sebagai desa adat.

Untuk Kecamatan Muara Satu (Gampong Padang Sakti), Kecamatan Muara Dua (Gampong Lhok Mon Puteh), Kecamatan Banda Sakti (Gampong Kuta Blang) dan untuk Kecamatan Blang Mangat, Gampong Seunubok.

“Gampong yang dipilih, telah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim yang diketuai oleh MAA Kota Lhokseumawe. Kepada desa ada yang ditetapkan menjadi desa adat di Kota Lhokseumawe akan diberi bantuan pembinaan terhadap berbagai kegiatan yang menunjang adat istiadat Aceh,” ungkap Suaidi Yahya.

Pin It

Comments are closed.