Wakil Gubernur Aceh Minta Kemenhub Aktifkan Pelabuhan Lhokseumawe

Harian Aceh | Junaidi HanafiahSEPI: Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar hingga saat ini masih sepi dikunjungi oleh kapal-kapal barang. Meskipun di Aceh terdapat dua pelabuhan international, pelabuhan Malahayati dan pelabuhan Krueng Geukuh, namun hasil alam Aceh masih dijual ke pengusaha di Medan, Sumatera Utara. Foto direkam, Senin (9/1).

ACEH (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub), Igna­sius Jonan diharapkan dapat mengaktifkan pelabuhan-pelabuhan di Aceh, sehingga ti­dak lagi tergantung dengan daerah lain un­tuk berbagai keperluan pengangkutan barang.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat menerima kunjungan kerja (kunker) Menhub beserta jajaran di ruang kerjanya, Senin, (1/12). Kunjungan Menhub dalam rangka menja­ring aspirasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terkait apa saja yang dapat dilakukan oleh Kemenhub untuk Aceh.

Wagub berharap, dengan diaktifkannya pelabuhan-pelabuhan di Aceh dapat me­nye­rap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. “Jika pelabuhan-pelabuhan di Aceh berjalan dengan aktif, banyak tenaga kerja terserap dan angka pengang­guran menurun, sehingga masya­rakat Aceh sejahtera,” ungkapnya seperti dirilis analisadaily.

Muzakir mengatakan, jika pelabuhan Feri dari Lhokseumawe ke Penang diaktif­kan, hasil pertanian di daerah Takengon dapat di­ekspor langsung ke Malaysia dan menum­buhkan nilai ekonomis bagi ma­syarakat.

Sedangkan saat ini, hasil panen tersebut masih diangkut dengan truk dari Aceh ke Medan, dengan menanggung risiko tinggi­nya angka kecelakaan, yakni sekitar lima orang per hari. “Jika jalur laut diaktifkan, saya yakin ekonomi masyarakat setempat akan lebih sejahtera,” jelasnya.

Karena pelayaran internasional tidak hanya ditujukan kepada orang, tetapi juga barang. Dengan adanya pelayaran ini, komoditas pertanian dan perkebunan Aceh, khususnya dari dataran tinggi Gayo, bisa dipasarkan langsung ke negeri jiran.

Wagubyang akrab disapa Mualem ini, menceritakan kondisi Aceh yang baru saja tertimpa musibah banjir dan longsor, se­hingga membutuhkan bantuan dan perha­tian dari pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. “Dari hasil tinjauan lapang­an, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah excavator untuk mempercepat pembersih­an longsor,” ujar Muzakir.

Harapan tersebut mendapat respon baik dari Menhub. Mengenai exscavator, Igna­sius berjanji akan segera mereali­sasi­kan­nya. Begitu juga dengan pelabuhan-pelabuhan di Aceh. “Kami sangat mendu­kung pelabuhan-pelabuhan di Aceh dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.

DUKUNG FERI
Menhub juga mendukung rencana Pem­prov Aceh membuka jalur pelayaran feri penumpang dan angkutan barang antara Lhokseumawe dengan Penang, Malaysia maupun sebaliknya. “Saya dukung, silakan buka hubungan pelayaran laut antara Lhok­seumawe dan Penang, Malaysia. Kita tidak boleh tunggu dan ini harus terealisasi segera,” kata Ignasius.

Selain pelayaran Lhokseumawe-Pe­nang, katanya, pemerintah pusat juga ber­upaya meningkatkan infrastruktur trans­por­tasi, baik darat, laut maupun udara. Untuk laut, Kementerian Perhubungan sudah meng­instruksikan kepada Pelindo, perusa­haan pengelola pelabuhan, untuk segera mengoperasikan Pelabuhan Calang, Aceh Jaya sebagai pelabuhan ekspor minyak curah kelapa sawit.

“Begitu juga pelabuhan lainnya di Aceh. Kami sudah meminta agar Pelindo segera mengembangkannya menjadi pelabuhan ekspor. Ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh,” katanya.

Sedangkan untuk transportasi darat, Pem­prov Aceh menyampaikan beberapa ruas jalan rusak dan longsor. Permasalahan ini akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.“Untuk transportasi uda­ra, bandara-bandara yang ada akan diting­katkan kapasitasnya. Begitu juga dengan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), kemampuannya juga akan ditingkatkan,” ujar Ignasius.

Menhub juga mengabarkan mengenai hasil pembicaraannya dengan Menteri Ke­lautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada dasarnya setuju dengan usulan adanya aturan Menteri Kelautan tentang Pelabuhan Sabang. “Pada prinsipnya disepakati Pela­buhan Sabang dimaksimalkan dan bersifat nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Setelah pertemuan di ruang kerja Wa­gub, Menhub berkenan meninjau Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati, Aceh, kemudian ke Pelabuhan Malahayati yang juga terletak di daerah Krueng Raya, Aceh Besar. (husfani).

Pin It

Leave a Reply